Do-Don’t Pada Anak

Setiap anak diberkahi dengan watak, karakter, maupun sifat yang berbeda-beda dan ini membutuhkan sikap terbaik dari para orang tua untuk mendidiknya. Gaya pengasuhan orang tua tentu berbeda terlebih di era teknologi yang memudahkan berbagai informasi masuk ke dalam keseharian anak-anak dan keluarga kita.

Teknologi bisa memudahkan kehidupan manusia modern tapi di sisi lain menjadi tantangan dalam mendidik anak. Orang tua tentu perlu cermat menerapkan gaya parenting supaya anak-anak mendapatkan gaya pengasuhan terbaik dan mengoptimalkan tumbuh kembang serta potensinya.

Parenting yang efektif tidak akan terlepas dari komunikasi dua arah yang positif, beri teladan, hingga waktu khusus yang semuanya harus dilakukan dengan konsisten. Ada beberapa tips yang bisa digunakan sebagai panduan untuk membentuk karakter anak dan mengoptimalkan potensinya.

Bentuk Rasa Pede
Sebagai orang tua sangat penting untuk terus membangun rasa percaya diri pada anak. Anak yang percaya diri akan lebih mudah mengelola emosi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapinya. Anak juga lebih mudah dikoreksi jika bersalah karena ia memiliki kebanggaan akan dirinya sendiri.

Salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak adalah dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing anak. Terima setiap kelebihan dan kekurangannya sebagai sebuah poin positif yang membuatnya percaya diri.

Perhatian
Anak membutuhkan perhatian yang positif dari orang tua agar ia tidak mencari perhatian di tempat lain yang berujung negatif. Orang tua perlu berkomunikasi secara efektif dengan anak agar anak merasa diperhatikan. Apresiasi setiap sikapnya yang positif agar ia semakin termotivasi untuk berlaku baik. Sebaliknya, hindari fokus pada sikap negatifnya karena anak bisa mengira bahwa ia akan diperhatikan setiap kali melakukan perbuatan buruk.

Jangan Bandingkan
Hindari membandingkan anak dengan saudara kandung maupun orang lain. Pola membandingkan bisa berpotensi memunculkan perasaan iri pada anak terhadap saudaranya. Rasa iri ini juga dapat memicu persaingan seumur hidup yang berdampak pada masalah keluarga di kemudian hari.

Sebagai orang tua, yakinkan kalau setiap anak sama-sama disayang dan tidak ada yang lebih atau kurang. Dalam mengukur setiap kemampuan, libatkan mereka untuk menilai kemampuan masing-masing, bukan membandingkannya dengan kemampuan yang dimiliki anak lain.

Pujian
Ketika anak melakukan hal yang baik, berikan pujian dengan tulus. Jangan ragu untuk mengapresiasi kemampuan yang dimiliki anak karena hal ini dapat mengembangkan sikap positif pada anak. Jika perlu berikan hadiah, katakan padanya bahwa hadiah diberikan karena orang tua sayang dan bangga pada anak. Namun hindari memberikan iming-iming ya.

Jangan Marah-Mengejek
Sekesal dan semarah orang tua pada anak, hindari untuk menunjukkan rasa marah yang berlebihan terlebih jika sampai menghinanya. Anak akan selalu merasa salah yang berujung pada perilaku negatif jika orang tua sampai melakukannya. Ditambah lagi anak dapat meniru sikap orang tua karena ia adalah peniru ulung. Anak juga dapat dengan mudah marah dan mengejek orang lain jika kerap melihat orang tua melakukan hal yang sama.

Teladan
Orang tua merupakan sosok yang akan ditiru dan dicontoh oleh anak. Makanya orang tua harus menunjukkan contoh perbuatan baik pada anak. Bila ingin anak-anak bertutur kata yang lembut serta bersikap sopan, maka orang tuanya harus bersikap yang sama sebagai panutan. Orang tua sebagai teladan anak bisa diikuti ataupun membekas pada memorinya hingga dewasa.

Ajarkan Mendengar
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam parenting adalah mengajarkan anak untuk mau mendengarkan. Untuk itu ajarkan anak untuk mau mendengarkan sejak dini. Caranya, biasakan untuk mendengarkan perkataan anak. Ketika anak tidak mau melakukan sesuatu atau menolak perintah orang tua, cobalah untuk tetap mendengar alasan anak. Anak yang terbiasa didengar akan memiliki sikap mau mendengarkan orang lain juga. Nantinya ia juga tidak akan canggung untuk mengemukakan pendapat atau perasaannya pada orang tua.

Screen Time
Era teknologi saat ini tidak menampik keinginan dan kebutuhan anak di depan layar. Terlebih saat ini sekolah pun harus dilakukan melalui smartphone atau laptop. Meskipun demikian, tetap beri batasan anak untuk screen time. Usahakan untuk memberikan waktu screen time pada anak tidak lebih dari 2 jam setiap harinya. Pastikan juga orang tua selalu mengontrol apa yang ditonton oleh anak setiap harinya dan memfilternya karena konten yang negatif dapat merusak masa depan anak.

Jangan Berhenti Belajar
Yang juga harus terus belajar bukan hanya anak tapi orang tua. Justru dengan menjadi orang tua ibu dan ayah harus mempelajari ilmu parenting lebih banyak dengan membaca buku, mengikuti seminar, maupun berbagai channel lainnya. Dengan ilmu dan pemahaman yang baik, orang tua bisa menerapkan ilmu yang ada untuk mengasuh dan mendidik anak dengan lebih baik.

Menjadi orang tua merupakan pekerjaan seumur hidup dan akan lebih baik bila dilakoni dengan perasaan yang Ikhlas dan gembira. Upaya maksimal sebagai orang tua untuk mendidik dan terus berupaya memberikan yang terbaik pada anak-anak bisa membuat anak menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan tumbuh dengan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *