Dengan memiliki kamar sendiri, anak-anak bisa dibiasakan memiliki ruangnya sendiri untuk terus belajar terkait kemandirian dan tanggung jawab. Untuk itu kamar anak juga perlu dirancang dengan baik untuk mengoptimalkan fungsinya. Berikut tipsnya:
Luasan
Untuk ukuran kamar anak tidak perlu besar, kamar seluas 3×3 m atau sedikit kurang dari itu juga cukup memadai. Yang penting kamar didesain dengan baik mulai posisi, lay out ruang, bentuk dan tata letak perabot dan aksesoris, serta bukaan untuk pengudaraan dan pencahayaannya.
Usahakan meletakkan kamar di posisi yang tidak langsung terkena cahaya matahari namun pencahayaannya tetap memadai. Kamar anak juga sebaiknya dibuat memiliki bukaan yang cukup ke arah luar seperti jendela serta ventilasi silang berupa lubang-lubang angin yang diletakkan di posisi berlawanan di atas jendela dan pintu kamar. Jadi, sirkulasi udaranya lancar, tidak pengap maupun lembab.
Bagi anak usia sekolah dan remaja, kamarnya juga berfungsi sebagai meeting point dengan teman-teman atau saudaranya, bukan hanya tempat untuk tidur dan belajar. Upayakan untuk menyediakan space yang bisa digunakan untuk bermain maupun melakukan kegiatan hobinya.
Fasilitas
Kamar anak tidak disarankan dilengkapi fasilitas penuh, seperti punya kamar mandi sendiri, kulkas, TV, dan lain-lain. Kamar seperti itu akan mendorong anak mengurung diri di kamar, jarang bersosialisasi dengan anggota keluarga lain, dan cenderung egois. Biarkan anak keluar kamar untuk mandi, nonton TV, ngemil, dan bersosialisasi dengan keluarganya. Bahkan bila satu kamar bisa ditempati dua anak, mereka bisa belajar berbagi.
Fasilitas di kamar anak sebaiknya yang bersifat mendidik. Misalnya rak buku, ambalan, boks atau laci-laci untuk memajang dan menyimpan koleksinya (storage system), selain fasilitas wajib seperti ranjang dan meja belajar dengan rak buku dan laci-lacinya, serta komputer. Sekedar tape atau radio untuk mendengarkan musik, masih bisa ditolerir disediakan di kamar anak.
Letak Kamar
Saat masih kecil, kamar anak sebaiknya diletakkan berdekatan dengan kamar orang tua. Jadi, orang tua tetap bisa memantau aktivitas anak dan cepat bertindak bila anak membutuhkan sesuatu. Saat mulai besar dan remaja, mereka ingin berjauhan dengan orang tuanya. Jadi, kamar anak juga perlu diletakkan agak jauh dari kamar orang tua. Agar anak tidak keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tua, pastikan letak kamarnya tidak memiliki akses langsung ke luar rumah.
Warna
Apliksikan warna yang menciptakan suasana hangat (warm) dan menyambut (welcoming) di kamar anak, seperti krem atau coklat muda, ditambah aksen warna favorit si anak pada salah satu sisi dinding untuk relaxing dan memicu imajinasi, seperti kuning dan hijau daun. Tidak disarankan menerapkan terlalu banyak warna pada kamar, karena bisa membuat anak overstimulated dan hiperaktif.
Sementara untuk warna furnitur kamar anak, pilih yang netral dengan sedikit aksen warna yang disukai anak. Bentuk furniturnya yang simpel fungsional saja sehingga adaptable (mudah disesuaikan). Ini penting, karena kesukaan anak cepat berubah sesuai perkembangan psikologisnya. Furniturnya boleh juga dimodifikasi, seperti dilengkapi boks-boks penyimpanan yang sekaligus menjadi anak tangga.
Pencahayaan
Anak yang masih kecil butuh lampu untuk tidur di malam hari (glowing night light). Sedangkan untuk anak yang mulai suka membaca, kamarnya perlu dilengkapi pencahayaan yang teduh (shaded light task) dekat tempat tidurnya. Untuk pencahayaan umum, lampu down light yang menempel di plafon (ceiling lamp) dengan cahaya menyebar-merata lebih baik daripada lampu gantung (drop lamp). Untuk lampu meja, pilih yang bentuknya unik dan fun namun fungsional.





